Dedikasi Guru Untuk Mewujudkan Generasi Emas 2045

47
Bagikan Berita ini
Oleh Nelson Sihaloho


“Kita baru saja memperingat Hari Guru dengan Tema peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2019 adalah “Guru Penggerak Indonesia Maju”.  Mengutip sepenggal pidato Menteri Pendidikan Republik Indonesia, Nadiem Anwar Makarim berbunyi “Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada Anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia. Namun, perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru.

Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambillah langkah pertama. Besok, di mana pun Anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas Anda”.
“Nadiem Makarim mengkritik keras sistem pendidikan yang dianggap masih mengekang guru. Nadiem menyebut guru selama ini hanya diberikan aturan-aturan, tapi tak pernah diberi pertolongan.

Guru pun kerap dibebani tugas-tugas administratif yang dinilai tak punya manfaat jelas. Selain itu, guru-guru juga dipaksa mengejar angka-angka nilai padahal potensi anak tak bisa diukur dari itu.”
Berkaitan dengan tema HGN 2019 itu “Guru Penggerak Indonesia Maju”, maka sejumlah tantangan berat berada di pundak guru untuk mempersiapkan “Generasi Emas 2045”. Kompleksitasnya tantangan dengan berbagai tuntutan perubahan yang demikian cepat guru juga dituntut untuk beradpatasi dan melakukan lompatan visi jauh ke depan dalam mempersiapkan sumberdaya manusia (SDM) yang andal kompetitif serta berdaya saing global.
Kata kunci: dedikasi, generasi 

Peran Guru

Peran guru dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia sungguh besar dan sangat menentukan. Guru merupakan salah satu komponen yang strategis dalam menentukan keberhasilan pendidikan yang meletakkan dasar serta turut mempersiapkan pengembangan potensi peserta didik didalam mencapai tujuan nasional mencerdaskan bangsa. Dedikasi, tekad, dan semangat persatuan dan kesatuan para guru yang dimiliki secara historis tersebut perlu dipupuk, dipelihara dan dikembangkan sejalan dengan tekad dan semangat era global untuk masa depan bangsa. Indonesia 2045 memang masih jauh puluhan tahun e depan  namun sesungguhnya, Indonesia 2045 sudah ada di depan mata para generasi milenial saat ini.

Penguatan pendidikan baik di lingkungan sekolah, rumah tangga (krluarga) di luar rumah akan sangat menentukan arah perjalanan bangsa ini di masa mendatang. Nasib Indonesia ditentukan oleh anak-anak bangsa, dan kita dituntut untuk bertanggung jawab menyiapkan masa depan para generasi pengganti yang lebih baik.

Peran guru sebagai pendidik profesional sudah lazim dan umum diketahui oleh orang baik itu sebagai pengajar, pembimbing, motivator bahkan menjadi orangtua ke dua para peserta didik. Guru merupakan salah satu factor pendudkung utama demi terciptanya generasi penerus bangsa yang berkualitas, tidak hanya dari sisi itelektualitas melainkan juga dari tata cara berperilaku dalam masyarakat. Pekerjaan yang profesional adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan mereka yang khusus dipersiapkan untuk itu dan bukan pekerjaan yang dikerjakan oleh mereka yang karena tidak dapat memperoleh pekerjaan lain.

Dedikasi Guru

Secara umum dedikasi sering diartikan sebagai sebuah pengorbanan tenaga, pikiran, dan waktu demi keberhasilan suatu usaha yang mempunyai tujuan  mulia.

Dedikasi ini bisa juga disebut sebagai pengabdian untuk melaksanakan cita-cita yg luhur dan diperlukan adanya sebuah keyakinan yang teguh. Guru berdedikasi akan selalu mencurahkan segala tenaga, pikiran, dan waktunya demi mencerdaskan anak didiknya.
Guru berdedikasi profesional selalu mempunyai tanggungjawab intelektual, tanggungjawab moral dalam mengajar, membimbing dan mendidik.

Tanggung jawab intelektual akan terlihat dalam proses belajar mengajar yang selalu mengedepankan berbagai metode mengajar kreatif dan inovatif sehingga mampu meningkatkan prestasi peserta didik.

Tanggungjawab moral akan tercermin dari guru yang mempunyai kemampuan untuk menghayati perilaku serta etika yang sesuai dengan Pancasila sekaligus mengamalkannya. Tanggung jawab guru adalah menunjukkan aturan nilai dan norma yang berlaku agar anak didik dapat memahami perbuatan atau tingkah laku mana yang boleh dan tidak untuk dilakukan.

Perubahan Kurikulum

Pada dasarnya kurikulum dirancang dengan tujuan mengembangkan potensi siswa agar mampu melaksanakan tugas dan peranannya sebagai insan yang memiliki potensi besar. Banyak kalangan berpendapat bahwa kurikulum yang baik adalah kurikulum yang sifatnya berkesinambungan, di desain sedemikian rupa sehingga tidak terjadi jurang yang lebar antara jenjang pendidikan dasar dengan jenjang pendidikan selanjutnya. Mengutip pendapat Saylor dan Alexander dalam Syaiful Sagala (2003:233) menjelaskan bahwa kurikulum tidak sekadar mata pelajaran tetapi segala usaha sekolah untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Tuntutan untuk meningkatkan profesionalisme guru dalam menghadapi tantangan masa depan utaanya generasi emas tahun 2045 sangat berat. Era globalisasi dengan segala kompleksitas tantangannya generasi muda harus dipersiapkan lebih baik untuk siap berkompetisi dengan SDM-SDM tangguh Negara lain.

Guru-guru harus berlomba untuk mengadopsi berbagai metode dan strategi pembelajaran yang unggul dan bisa diterapkan dalam menghadapi era globalisasi. Guru juga dituntut secara terus menerus, berkelanjutan dalam mengembangkan kompetensi profesionalismenya. Profesi guru adalah profesi yang berkembang serta kesempatan guru untuk mengembangkan diri sangat terbuka lebar tergantung pada kemauan dan kesiapan untuk melakukannya.

Peningkatan kemampuan guru untuk menjalankan profesinya harus proaktif serta  mencari kesempatan atau peluang.Banyak kalangan telah menunggu perubahan kurikulum 2013 ke kurikulum yang baru yang dikomandoi Nadiem Anwar Makarim saat ini.

Perubahan kurikulum yang lebih fleksibel dan mampu menyiasati tuntutan dan era global memang sangat sulit untuk dilakukan. Kendati demikian dengan semangat dan tekad yang kuat untuk mempersiapkan generasi emas 2045 mau tidak mau juga harus dilakukan.

Instrumen Utama

Pendidikan merupakan instrumen utama dalam pembangunan sumberdaya manusia (SDM) dimana salah satu arah kebijakan pembangunan bidang pendidikan adalah meningkatkan kualitas SDM termasuk mutu pendidikan. Untuk mencapai tujuan itu, pemerintah harus melakukan evaluasi secara komprehensif terhadap kondisi pendidikan kita saat ini.

Apabila kita berbicara dengan fakta di lapangan khususnya di kawasan pedesaan akan terlihat betapa besar kesenjangan yang terjadi dalam pendidikan kita.

Semua factor yang menghambat kemajuan pendidikan harus diminimalisr dengan melakukan tindakan dan langkah-langkah ke arah perbaikan yang lebih baik.

Tata kelola pendidikan yang baik akuntabel dan berintegritas harus dilakukan dengan melakukan penataan dan pendataan ulang (sensus pendidikan) untuk melihat kondisi riil pendidikan kita saat ini.

Evaluasi yang menyeluruh dan mengedepankan prinsip transparansi serta keterbukaan diharapkan menjadi pemicu untuk menjadikan “wajah dan potret” pendidikan semakin jauh lebih baik di masa mendatang.
Sebagai ujung tonggak di lapangan, guru mempunyai peran yang sangat strategis dan tidak dapat digantikan fungsinya oleh unsur lain dalam menyiapkan peserta didik untuk menyongsong masa depan yang penuh tantangan dan persaingan global meski teknologi sudah semakin canggih.

Dedikasi guru untuk mewujudkan generasi Emas 2045 harus terus digelorakan dengan semangat juang yang tinggi. Kita harus belajar dari pengalaman masa lalu apabila guru memang benar “merdeka” dan membelajarkan anak didik dengan “merdeka” tunjukkanlah  bagaimana seharusnya membuat guru “merdeka” dan membelajarkan siswa dengan “merdeka”. Semoga generasi Emas 2045 terwujud ditangan orang-orang yang memiliki komitmen tinggi dalam memajukan pendidikan kita ke arah lebih baik, lebih kompetitif serta memiliki daya saing global.

(disarikan dari berbagai sumber: Penulis adalah guru SMPN 11 Kota Jambi).

More
Bagikan Berita ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda
Mohon masukkan nama anda