Kerja Keras Kunci Menuju SDM Unggul

15
Bagikan Berita ini

Oleh: Nelson Sihaloho

Rasional
Prioritas utama kita ke depan adalah pembangunan sumber daya manusia yang  terkonsolidasi dengan baik,  didukung  anggaran yang tepat sasaran sehingga terjadi peningkatan produktivitas tenaga kerja  melalui  peta jalan yang jelas, terukur, dan hasilnya dapat dinikmati oleh masyarakat” (sumber: Presiden Joko Widodo pada Sidang Kabinet Paripurna mengenai Ketersediaan Anggaran dan Pagu Indikatif Tahun 2020, 23 April 2019, di Ruang Garuda, Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat).

Diprediksikan selama lima tahun ke depan, pemerintah berkomitmen membangun sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul, sehingga cita-cita bangsa ini menjadi negara maju nomor lima di dunia pada tahun 2030 dapat terwujud. Untuk menyiapkan SDM yang unggul selain membutuhkan kerja keras, anggaran yang memadai juga dibutuhkan tekad yang kuat untuk mewujudkannya.

Mengutip “Pricewaterhouse Coopers” memprediksi Indonesia unggul pada tahun 2030 bisa menjadi negara maju ke lima di dunia.

Banyak kalangan mengakui bahwa fokus pembangunan untuk menciptakan SDM yang unggul akan tercapai bila didukung kondisi lingkungan yang sehat dan dinamis. Keuntungan demografi yang akan dituai Indonesia bisa dimanfaatkan secara baik apabila didukung dengan kondisi lingkungan sehat  serta dinamis sehingga mampu menghasilkan SDM unggul.

Komitmen Pemerintah Tinggi
Data pada tahun 2018 sebagaimana dilansir Bank Dunia menyebutkan bahwa kualitas SDM Indonesia berada di peringkat 87 dari 157 negara. Paw  da tahun yang sama, Bugsiness World memaparkan bahwa peringkncdat daya saing SDM Indonesia berada di ranking 45 dari 63 negara.

Peringkat ini masih kalah dari dua negara tetangga yakni Singapura dan Malaysia yang berada di peringkat 13 dan 22. Pembangunan manusia  dengan peta jalan yang jelas dan terukur serta dilakukan secara  massif,  sangat diperlukan guna menjawab tantangan pembangunan dan memastikan konstribusinya terhadap pencapaian Visi Indonesia 2045. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera, maju, berdaulat, adil dan makmur, menjadi ekonomi terbesar ke-lima dunia, dengan Produk Domestik Bruto (PDB) lebih dari 7,3 triliun dollar AS dan pendapatan per kapita di atas 25 ribu dollar AS.

Salah satu hal yang perlu digarisbawahi adalah bahwa komitmen pemerintahan Joko Widodo untuk penguatan SDM melalui politik anggaran tercermin dari terus meningkatnya  alokasi anggaran pembangunan kualitas manusia yang terus bergerak naik ditengah keterbatasan keuangan Negara, dapat dilihat dalam hal  pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial. Dalam APBN 2018, anggaran untuk pendidikan senilai  Rp 147,56 triliun, kesehatan Rp 65,01 triliun, dan perlindungan sosial Rp162,56 triliun. Beberapa program unggulan dalam menyiapkan SDM unggul menyongsong era revolusi industri 4.0 diantaranya  pembangunan infrastruktur TIK, perubahan konten kurikulum, sertifikasi kompetensi, kolaborasi Industri serta semangat kewirausahaan.
Merujuk pada laporan Bank Dunia, ada miss match antara higher education di perguruan tinggi dan kebutuhan pasar.  Tingginya disparitas kualitas lulusan perguruan tinggi juga di soal.

Sistem Pendidikan Diperbaiki
Pendidikan merupakan salah satu cara dan upaya  untuk meningkatkan mutu SDM. Perbaikan sistem pendidikan meliputi pemerataan pendidikan, infrastruktur pendidikan, kualitas kurikulum dan tenaga pendidik, serta distribusi jumlah tenaga pendidik yang belum merata. Dengan mutu pendidikan yang lebih baik, Indonesia akan mampu meningkatkan kualitas SDM yang lebih berkualitas serta berdaya saing tinggi.
Pelatihan keterampilan perlu dioptimalkan untuk menunjang kualitas SDM para tenaga kerja agar mampu bersaing dengan tenaga kerja asing. Penguasaan teknologi digital yang dibutuhkan untuk peningkatan kualitas SDM mutak dilakukan untuk mendukung produktivitas kerja.

Penggunaan teknologi akan menjadikan pekerjaan lebih efektif dan efisien serta tepat waktu. Kualitas SDM juga harus ditingkatkan dengan melakukan sertifikasi kompetensi. Sertifikasi kompetensi diperlukan untuk menyetarakan kemampuan pekerja nasional di pasar regional.

Perlu digarisbawahi bahwa SDM tidak selalu disediakan sebagai tenaga kerja tetapi juga pencipta lapangan kerja yang bisa menampung lebih banyak tenaga kerja. Dunia pendidikan dan pemerintah harus bekerja sama untuk mendorong terwujudnya pendidikan yang berorientasi wirausaha.

Kebutuhan akan kompetensi terapan yang langsung dapat memenuhi kebutuhan industri dilahirkan oleh lulusan pendidikan vokasi.  Industri memerlukan SDM yang dapat mengoperasikan program perusahaan.

Proses adaptasi (probation period) menjadi lebih singkat, karena lulusan pendidikan vokasi dapat langsung memahami dan melakukan pekerjaan sesuai kebutuhan industri. Industri memerlukan level kompetensi dari mulai teknis, manajerial, dan practice. Pendidikan vokasi mengajarkan proses how to know and how to do, hal ini yang menjadikan peningkatan kualitas SDM  harus dioptimalkan.

Diharapkan pendidikan vokasi syogianya mendapatkan prioritas dan dukungan untuk pengembangan serta peningkatan kualitasnya, sehingga menghasilkan lulusan yang bermutu.

Solusi
Semakin berkembangnya teknologi dan zaman, tidak bisa dipungkiri menyebabkan berubahnya pola pendidikan yang dialami oleh anak anak pada masa kini.

Perubahan kurikulum dan metode pendidikan yang kian beragam diterapkan di berbagai sekolah menyebabkan munculnya fenomena baru dalam proses pendidikan anak di rumah maupun di sekolah.  Karena itu seorang guru harus menjadi teladan, tidak hanya untuk para anak didiknya di sekolah namun juga anak kandungnya di rumah. Hal demikian menjadi tantangan untuk para guru dan orangtua agar mengarahkan anak-anaknya untuk tidak terjebak dalam pergaulan negatif. Kini berbagai industri mulai menyentuh dunia virtual, berbentuk konektivitas manusia, mesin, dan data yang lebih dikenal dengan nama Internet of Things (IoT).

Untuk menghadapi revolusi industri 4.0, diperlukan berbagai persiapan, termasuk metode pembelajaran pendidikan yang tepat.

Bila Negara kita ingin maju banyak hal yang harus diperbaiki, diantaranya adalah perbaikan SDM dengan cara mengubah metode pembelajaran dalam dunia pendidikan.

Hal-hal yang perlu diubah adalah sisi edukasi yakni mengubah sifat dan pola pikir anak-anak kalangan muda saat ini. Selanjutnya adalah pentingnya peran sekolah dalam mengasah dan mengembangkan bakat generasi penerus bangsa.

Terakhir adalah pengembangan kemampuan institusi pendidikan tinggi untuk mengubah model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan zaman saat ini.

Fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan anak-anak merupakan hal yang penting untuk disediakan oleh pemerintah. Dengan menyediakan berbagai fasilitas yang sesuai kebutuhan dan tuntutan zaman, diharapkan anak-anak muda Indonesia dapat mengantongi bekal yang cukup dalam menghadapi berbagai tantangan di era revolusi industri 4.0 ini. Mengingat kondisi teknologi yang selalu berubah, diperlukan kemampuan adaptasi yang tinggi agar tidak ketinggalan zaman.

Menghadapi era revolusi industri 4.0, diperlukan pendidikan yang dapat membentuk generasi kreatif, inovatif, serta kompetitif serta kualitas lulusan sesuai dengan dunia kerja maupun tuntutan teknologi digital. Metode pembelajaran pendidikan harus mulai beralih menjadi proses-proses pemikiran yang visioner, termasuk mengasah kemampuan cara berpikir kreatif dan inovatif.

Muhadjir Effendy (2019) menilai aspek pendidikan perlu merevisi kurikulum dengan menambahkan lima kompetensi yang dimiliki oleh peserta didik. Kelima kompetensi itu dianggap sebagai modal yang sangat dibutuhkan untuk mampu bersaing dalam era revolusi industri 4.0. Lima kompetensi itu yakni kemampuan berpikir kritis, memiliki kreatifitas dan kemampuan yang inovatif, kemampuan dan keterampilan berkomunikasi yang baik, kemampuan kerjasama serta memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Dalam menghadapi perkembangan zaman pada era revolusi 4.0, para pelaku pendidikan serta kebudayaan juga harus sigap dalam menyesuaikan diri dengan berbagai perkembangan yang ada. Diperlukan reformasi sekolah, peningkatan kapasitas, profesionalisme guru, kurikulum yang dinamis, sarana dan prasarana andal, dan teknologi pembelajaran yang mutakhir untuk siap menghadapi era revolusi 4.0.

Momentum Hari Guru
Setiap tahun pada bulan November diperingati sebagai hari Guru. Momen ini harus dijadikan sebagai refleksi untuk mengevaluasi sejauh mana pengabdian dnan kontribusi nyata guru terhadap dunia pendidikan.

Guru juga dituntut untuk terus membekali dan memantaskan dirinya selain menguasai teknologi juga harus memehami para generasi milenial.  Di tengah pertumbuhan teknologi internet dan perkembangan sosial media yang massif, juga penting untuk mengkampanyekan literasi digital. Generasi milenial yang diharapkan melahirkan kreator yang mampu menginspirasi Indonesia dan dunia hendaknya menjadi simpul bagi guru untuk terus melakukan perbaikan dan evaluasi diri.

Guru harus sadar bahwa ciri-ciri sekolah modern yang harus dimiliki dan akan terus berkembang di era milenial mampu mencontoh yang baru (imitasi), meningkatkan keunggulan (identitas sekolah), semangat perubahan (sugesti) serta simpati yakni suatu cara untuk menarik minat masyarakat umum agar menyukai produk dan program sekolah, baik berupa keunggulan akademik, maupun program intra dan ekstrakurikulernya.

Hari Guru Tahun 2019 hendaknya menjadi momentum semangat pengabdian untuk terus belajar dan bekerja keras demi kemajuan anak-anak bangsa. “Selamat Hari Guru dan HUT PGRI Tahun 2019”.

(Dihimpun dari berbagai sumber relevan, Penulis: Guru SMP Negeri 11 Kota Jambi).









































































































Bagikan Berita ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda
Mohon masukkan nama anda